Sebuah TINTA Pengharapan
Menulis mungkin hal terindah dalam hidupku
Bercengkrama dengan hatiku meski dalam bisu
Dan biarkan tinta penaku melukis isi hatiku
Itulah caraku mengartikan bicara dalam bisu,,
Beri aku setitik air tuk cairkan tintamu
Yang sekian lama beku di makan kelengahan,
Haruskah kudatangkan airmata tuk cairkan beku tinta itu?
Sementara airmataku telah mengering karena kesedihanmu,
Ingin rasanya aku mengganti semua yang lama di kehidupanmu
Ingin ku ganti dengan yang baru
Semuanya.. Semuanya..
Tapi,
Aku tak bisa
Karena aku hanya bisa bercerita
Dan mungkin tak mampu tuk dapat ku membuktikannya.
tidak perlu air mata untuk mencairkan tinta beku itu...cukup seulas senyum tulus...itu lebih daik dibanding bulir air mata. :)
BalasHapus