Rabu, 09 Mei 2012

Sebuah TINTA Pengharapan

 



Menulis mungkin hal terindah dalam hidupku


Bercengkrama dengan hatiku meski dalam bisu

Dan biarkan tinta penaku melukis isi hatiku

Itulah caraku mengartikan bicara dalam bisu,,

Beri aku setitik air tuk cairkan tintamu

Yang sekian lama beku di makan kelengahan,

Haruskah kudatangkan airmata tuk cairkan beku tinta itu?

Sementara airmataku telah mengering karena kesedihanmu,

Ingin rasanya aku mengganti semua yang lama di kehidupanmu

Ingin ku ganti dengan yang baru

Semuanya.. Semuanya..

Tapi,

Aku tak bisa

Karena aku hanya bisa bercerita

Dan mungkin tak mampu tuk dapat ku membuktikannya.

1 komentar:

  1. tidak perlu air mata untuk mencairkan tinta beku itu...cukup seulas senyum tulus...itu lebih daik dibanding bulir air mata. :)

    BalasHapus